BUDAYA POLITIK DI INDONESIA

Budaya politik merupakan perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini oleh sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

 

Ciri-ciri Budaya Politik

Budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagaimana, dan sikap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. Warga negara senantiasa mengidentifikasikan diri mereka dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki.

Dengan sebuah sistem politik demokrasi dikatakan kuat apabila bersumber pada kehendak rakyat dan bertujuan mencapai kebaikan atau kemaslahatan bersama. Untuk itu demokrasi selalu berkaitan dengan perwakilan kehendak rakyat.

 

Macam-macam Tipologi Budaya Politik

Macam-macam tipologi budaya politk yang hendak diuraikan di bawah ini sesungguhnya merupakan tipe atau model yang didasarkan pada sudut kesejarahan dan perkembangan sistem politik yang disesuaikan dengan perkembangan kultur dan struktur masyarakat. Bentuk-bentuk partisipasi politik yang terjadi di beberapa negara dan waktu dapat dibedakan menjadi kegiatan budaya politik dalam tipe-tipe konvensional dan nonkonvensional termasuk yang mungkin legal (seperti petisi) maupun yang ilegal, penuh kekerasan dan revolusioner. Bentuk-bentuk dan frekuensi partisipasi politik politik dapat dipakai sebagai ukuran untuk menilai stabilitas sistem politik, integeritas kehidupan politik atau kepuasan/ketidakpuasan warga negara. Hal ini dapat kita lihat misalnya perusakan, sementara pemerintah merespons hal ini kita dapat melihat bahwa sistem politik di negara tersebut tidak stabil.mungkin pemerintah itu korup sehingga kehidupan politik menjadi tanpa integrutas (tanpa kejujuran dan ketulusan) dan akibatnya masyarakat yang tidak puas dengan kondisi yang ada melakukan protes.

 

Sosialisasi politik

Studi tentang sosialisasi politik telah menjadi bidang kajian yang sangat menarik akhir-akhir ini. Ada dua alasan yang melatarbelakangi sehingga sosialisasi politik menjadi kajian tersendiri dalam politik kenegaraan.

Pertama : sosialisasi politik dapat berfungsi untuk memelihara agar suatu sistem berjalan dengan baik dan positif. Dengan demikian, sosialisasi merupakan alat agar individu sadar dan merasa cocok dengan sistem serta kultur (budaya) politik yang ada.

Kedua    :  sosialisasi politik  ingin menunjukkan relevansinya dengan sistem politik dan data mengenai orientasi anak-anak terhadap kultur politik orang dewasa dan pelaksanaannya di masa mendatang mengenai sistem politik.

 

Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik.

 

Mekanisme Sosialisme Budaya Politik

  1. 1. Keluarga

Wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif adalah keluarga, orang tua dan anak sering melakukan obrolan ringan tentang segala hal yang menyangkut politik sehingga tanpa disadari terjadi transfer pengetahuan dan nilai-nilai politik tertentu yang diserap oleh si anak.

  1. 2. Sekolah

Di sekolah melalui pelajaran civis education (pendidikan kewarganegaraan), siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik, teoritis dan praktis. Dengan demikian siswa telah memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan berpolitik secara dini dan nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis.

  1. 3. Partai politik

Salah satu fungsi dari partai politik adalah memainkan peran sebagai agen sosialisasi politik. Ini berati partai politik tersebut setelah merekrut para anggota kader dan simpatisannya, mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya baik pada saat kampanye maupun secara periodik. Partai politik harus mampu menciptakan image (citra) memperjuangkan kepentingan umum agar mendapat dukungan luas dari masyarakat.

 

Selain melalui keluarga, sekolah dan partai politik, sosialisasi politik juga dapat dilakukan melalui peristiwa sejarah yang telah berlangsung (pengalaman toko-toko politik yang telah tiada). Melalui seminar, dialog, debat dan sebagainya yang disiarkan ke masyarakat toko-toko politik juga secara tidak langsung melakukan sosialisasi politik.

Apabila sosialisasi politik bisa dilaksanakan dengan baik melalui berbagai sarana yang ada, maka masyarakat dalam kehidupan politik kenegaraan sebagai satu sistem akan melahirkan budaya politik yang bertanggung jawab. Masyarakat sesuai dengan hak dan kewajibannya, dasar kesadaran politik yang baik dan tinggi. Tolok ukur keberhasilan sosialisasi politik terletak pada sejauh mana pendidikan politik yang telah dilakukan (melalui berbagai sarana), sehingga menghasilkan masyarakat yang mempunyai kesadaran dan budaya politik etis dan normatif dalam mewujudkan partisipasi politiknya.

 

 

 

 

 

Pengarangan

 

Wijaya Juhana E., Drs. 2004. Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah. jakarta

About these ads

Tentang rinaa26

saya adalah mahasiswi di sebuah universitas swasta yg terletak di jakarta, saya orang nya pinter bergaul.
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s